Setan Duit Gentayangan lagi..!!

Barangkali itu sebutan yang cucok toek yg dipertuan agong wakil rakyat yang bedjat sekalee.. 👿 . Yg kerjanya cuman ngantuk sambil manggut2 bayangin duit segepok masuk kantong. Saya sangat ga terima mereka enak2-an sementara masih banyak minta tolong tak pernah digubris.

Ga sengaja waktu jalan jalan, nemu tulisannya Raden Mas Dobelden dengan topik mirip yg saya buat ini (nyuwun sewu mas, numpang nyonto…) :mrgreen: .

Cam-macam alasan yg dipakai para majikan itu. Mulai dari tugas yg tak sepadan dgn gajinya lah, untuk meningkatkan kinerja lah dan cem-macem alasan tai kucing lain yg terkesan mengada-ada. Intinya mereka tu ngomong kalo gajinya kecil.

Entah lupa ato mereka yang sudah pikun. Negara yg tercinta ini termasuk negara yang melaratnya bukan main. Dah gitu masih masuk pula sebagai kandidat top scorer negara terkorup. Benar -benar ga tau malu…!!. Katanya pejabat itu pelayan masyarakat, tapi kenyataanya benar2 terbalik. Faktanya di negara kita ini pelayannya jauh lebih kaya daripada majikanya. Duit majikannya habis buat nge-gaji pembokat mereka yg malesnya bukan main. Majikannya bikin rumah di pinggir kali, lha pembokatnya malah bisa bikin villa di puncak..!! hebat betul ya… !!! 👿

Selain itu sudah banyak pula anggota dprd yang ditahan gara-gara korupsi uang rakyat. Di sini jelas mereka nyantai saza beibeh.. Hukumannya buat koruptor masih termasuk enteng. Cukup beberapa tahun dan masih bisa hidup nikmat dari uang rampokannya.

Yang seperti ini mungkin ga bakalan terjadi kalau saja hukum kita lebih bisa tegas lagi. Cina misalnya, yg korupsi bisa dipastikan bakal mampus mati coz mereka menerapkan hukuman mati buat siapa aja yg berani korupsi. Atou mungkin mo nyoba cara mantab bin yahud made in Arab Saudi. Yg ketahuan nyolong (kalo sudah memenuhi nominal tertentu) pasti buntung tangan ato kakinya. Yup, dipotong…dicut…dibabat..pokoknya sebagian tangan atau kakinya. Dijamin yang mo korupsi pasti ga jadi nyedot uang rakyat (kecuali kalo mereka ga punya otak lagi).

Pejabat pejabat kita masih kayak anak kecil aja ya. Ketika ada yang lebih kaya dan makmur daripada mereka, merka langsung iri dan dengan lucunya merengek minta tambahan seperti balita minta permen ke orang tuanya. Jarang dari mereka melihat kebawah untuk menilai seberapa beruntungkah mereka saat ini. Dengan gaji yang diatas rata-rata upah manusia normal tersebut mereka seharusnya sadar kalo mereka sudah sangat berkecukupan. Tapi mereka kenyataannya masih perlu mengikuti bimbingan intensif lagi, untuk me-repair pikiran keblinger yg nyangkut di otak mereka.

Ahh…sudahlah..ga napsu lagi saia ngomongin mereka. Harapan untuk melihat bangsa ini bisa berbangga diri menepuk dada sepertinya akan sulit terlaksana. Yah…mau gimana lagi. Sepertinya kita harus tetap puas ngelus dada liat para tuan tanah itu main akrobat.

Iklan

5 Komentar

  1. dobelden said,

    Desember 27, 2007 pada 10:24 pm

    wah wah wah…

    ngadem dulu 😀 😀

    ati2 sesek nafas 😉

  2. clusternic said,

    Desember 27, 2007 pada 10:42 pm

    Ga ada air mas… ga bisa ngadem 😆

  3. abee said,

    Desember 28, 2007 pada 8:15 am

    JANCUK :mrgreen:
    si bos bikin blog 😆

  4. dobelden said,

    Februari 21, 2008 pada 6:06 pm

    @abee

    kowe ki bos e ngeblog kok misuh2

    @abeboss

    UPDATE 👿

  5. clusternic said,

    Februari 23, 2008 pada 10:57 pm

    @abee
    sak karepmu lhe…!!
    @dobelden
    Nyuwun agenging pangapuro Raden
    (Bos kan sibuk mas… jadi jarang ap-det)
    😆 😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • ~Fans b3r@tz~

  • %d blogger menyukai ini: