Dasar Kurang Ajar…

Aaarrrghz… sialan.

Berita dalam postingan ini sebenarnya ini bukan untuk konsumsi publik. Tapi berhubung rumor mengenai saia sudah terlanjur menyebar kemana-mana hingga ke alam lain, ya pa boleh buat…dikarenakan postingan staff saia yg kurang ajar, mau ga mau saya harus membikin press release untuk menjaga image ke-ARTIS-an saia.

Charlies Angelz yang disebut2 staff saia yg aneh di postinganya itu memang wanita2 muda belia nan manis dan menggemaskan serta cantik mempesona. Masing2 punya pesona dan keunikan tersendiri yang sulit untuk dijelaskan (namanya juga kagum, adanya ya ngomongnya Hiperbola bgt 😆 ) kecuali melihat sendiri. Ane aja yg tiap hari di warnet dan bertemu ribuan orang [terutama wanita] yang menarik juga ga habis pikir… bisa2nya jadi begitu !!.

Dari mereka bertiga memang ada salah satu yang menurut saia paling menarik dan menggempakan perasaan saia [cobak tebak, siapa hayo ??]. Sayangnya belum2 terlaksana niatan saia eh si asisten malah bikin gossip panas gitu yang isinya acak kadut…

Ya sudah lha…Sekarang ga ada pilihan bagi sayah kecuali berharap dan berdoa moga2 meraka ga tau postingan asisten keblinger tadi. Kalo sampe lihat waiah bahaya…masa yang kayak gitu taunya malah dari blog, bukan dari omongan. Jadi ga menarik kan?? ah…. semoga saja….!!

Sebenarnya Yang Menjadi Gitu Akan Tetapi Apa….???

Sorry sebelonnya… judul diatas sama sekali ga ada kaitanya sama yang bakal dibahas ini. Jauh… bgt…

Jujur ya… kadang aneh juga aku liat orang pacaran, pengorbanan yang mereka perlihatkan kadang melampaui batas kemampuan mereka.Dan hasilnya…MEI…maybe ok..maybe not. Ah…sudahlah…balki ke pokok bahasan yok, temanya ringan kok, soalnya kali ini aku cuman mao ng-behas konsep “Jadul” yang sudah terbukti lumayan manjur tapi sudah ga pernah dianggap lagi oleh sebagian besar orang yang kalo ga salah bila diucapkan bakal jadi gini bunyinya : “Udah nikah aja, mo tubruk2-an kayak kucing paling orang cuma bengong…(bengong kepengen ikutan…!!!)” hehehe.. 😆

Yah begitulah, karena pada keadaan seperti itu aku merasa sebuah ego dari semua pihak yang terlibat didalamnya. Coba simak (sekedar contoh), misal si A pacaran sama B. Si B minta dibeliin Pizza asli Italiano. Dengan susah payah dan pasang muka triplek si A bisa memenuhi dengan pinjam uang ibu kost (wah mekso bgt kie ). Akhirnya dengan susah payah permintaan yayangnya si A (yg kelihatanya justru sangat kejam itu) bisa ditunaikan tanpa cacat. Bah… sampai segitunya. Belum apa2 sudah banyak tingkah. Yah… sebenarnya bukan masalah yang besar sih. Hanya saja perbandingan dengan saat opa oma kita dulu lagi kasmaran atau sudah nikah,.. terlalu jauh yo..!!

Coba simak, mereka yang menikah (kebanyakan) tanpa mengenal yang namanya “CINTA”. Cinta mereka tumbuh karena adanya perbedaan. Perbedaan pasangan mereka terima, hingga tumbuh cinta yang tak memandang keburukan pasangan masing2 (ceileh…mantap bener slogannya!!). Bedakan dengan kecenderungan muda mudi sekarang yang cenderung mencari persamaan daripada menerima kekurangan dan perbedaan. Misalnya: saia suka dia soalnya sama2 suka makan bakso.

Nah disitu tadi ada kemungkinan perpecahan muncul sebagai bentuk ketidakseimbangan antara harapan dengan kenyataan yang ada. Misalnya (gpp kan banyak contoh…?) : ternyata dia suka soalnya saat itu ga ada makanan lain dan adanya cuma bakso. Ya udah… salah satu kecewa…ya terus bubar..!! Barangkali itu kenapa sekarang ini angka perceraian tinggi sekali yang mungkin diakibatkan kekecewaan seperti yang tak sebutken tadhi…Sangat kontras sekali dengan rumah tangga “mbah2” kita dulu yang ayem langgeng tentrem toto rahardjo…

Tapi akhirnya mo jadul kek..mo modern kek awet ga-nya tergantung sifat moral yang menjalaninya. Ga sedikit juga kok yg jadul2 pada bubar jalan (meskipun ga sebanyak yg sekarang ini 😆 ).

  • ~Fans b3r@tz~