Sebenarnya Yang Menjadi Gitu Akan Tetapi Apa….???

Sorry sebelonnya… judul diatas sama sekali ga ada kaitanya sama yang bakal dibahas ini. Jauh… bgt…

Jujur ya… kadang aneh juga aku liat orang pacaran, pengorbanan yang mereka perlihatkan kadang melampaui batas kemampuan mereka.Dan hasilnya…MEI…maybe ok..maybe not. Ah…sudahlah…balki ke pokok bahasan yok, temanya ringan kok, soalnya kali ini aku cuman mao ng-behas konsep “Jadul” yang sudah terbukti lumayan manjur tapi sudah ga pernah dianggap lagi oleh sebagian besar orang yang kalo ga salah bila diucapkan bakal jadi gini bunyinya : “Udah nikah aja, mo tubruk2-an kayak kucing paling orang cuma bengong…(bengong kepengen ikutan…!!!)” hehehe.. πŸ˜†

Yah begitulah, karena pada keadaan seperti itu aku merasa sebuah ego dari semua pihak yang terlibat didalamnya. Coba simak (sekedar contoh), misal si A pacaran sama B. Si B minta dibeliin Pizza asli Italiano. Dengan susah payah dan pasang muka triplek si A bisa memenuhi dengan pinjam uang ibu kost (wah mekso bgt kie ). Akhirnya dengan susah payah permintaan yayangnya si A (yg kelihatanya justru sangat kejam itu) bisa ditunaikan tanpa cacat. Bah… sampai segitunya. Belum apa2 sudah banyak tingkah. Yah… sebenarnya bukan masalah yang besar sih. Hanya saja perbandingan dengan saat opa oma kita dulu lagi kasmaran atau sudah nikah,.. terlalu jauh yo..!!

Coba simak, mereka yang menikah (kebanyakan) tanpa mengenal yang namanya “CINTA”. Cinta mereka tumbuh karena adanya perbedaan. Perbedaan pasangan mereka terima, hingga tumbuh cinta yang tak memandang keburukan pasangan masing2 (ceileh…mantap bener slogannya!!). Bedakan dengan kecenderungan muda mudi sekarang yang cenderung mencari persamaan daripada menerima kekurangan dan perbedaan. Misalnya: saia suka dia soalnya sama2 suka makan bakso.

Nah disitu tadi ada kemungkinan perpecahan muncul sebagai bentuk ketidakseimbangan antara harapan dengan kenyataan yang ada. Misalnya (gpp kan banyak contoh…?) : ternyata dia suka soalnya saat itu ga ada makanan lain dan adanya cuma bakso. Ya udah… salah satu kecewa…ya terus bubar..!! Barangkali itu kenapa sekarang ini angka perceraian tinggi sekali yang mungkin diakibatkan kekecewaan seperti yang tak sebutken tadhi…Sangat kontras sekali dengan rumah tangga “mbah2” kita dulu yang ayem langgeng tentrem toto rahardjo…

Tapi akhirnya mo jadul kek..mo modern kek awet ga-nya tergantung sifat moral yang menjalaninya. Ga sedikit juga kok yg jadul2 pada bubar jalan (meskipun ga sebanyak yg sekarang ini πŸ˜† ).

Iklan

2 Komentar

  1. natazya said,

    Mei 24, 2008 pada 10:40 am

    hauhuahuahau ah ko pesimis… biarin ajah…

    gw yang merasa anak muda dan pacaran tetap yakin nanti kalo kawin ga bakalan ada istilah bubar jalan… AMIEN πŸ˜‰

    kata sapa orang jadul paling bener

    satu hal yah… kadang ada orang yang menikah dan berpisah cuma karena mati tapi sepanjang pernikahan hidupnya ga dapet arti…

    huhuhu

    buat apa kemudian? :p

  2. clusternic said,

    Mei 24, 2008 pada 10:49 am

    @tasya
    SETUJU …!!
    pada akhirnya (seperti kbanyakan orang bilang) semua kembali pada pribadi masing2 dlm menjalaninya. πŸ˜‰ iya kan ..?? πŸ˜€


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • ~Fans b3r@tz~

  • %d blogger menyukai ini: